Pada tanggal 28 Desember 2009, sekitar pukul 14.00 Saya mendengar perbincangan antara sopir angkot dan penumpang yang intinya menunjuk sebuah gubuk dipinggiran kali Ciratim/pinggir Jalan Raya Puncak yang letaknya di Kampung Cibogo (Depan hotel Lestari) Desa Cipayung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, dengan mengatakan bahwa gubuk tersebut ada yang menghuni seorang ibu tua yang dibuang oleh keluarganya.
Pada saat itu Saya hendak ke ATM di SPBU Cibogo sekitar 500 meter dari gubuk dimaksud, sepulang dari ATM Saya langsung menghampiri gubuk tersebut ingin mengetahui dari dekat kebenaran cerita itu karena Saya boleh dibilang setiap hari melewati Jalan Raya Puncak dan mengetahui ada gubuk itu tapi baru tahu kalau gubuk itu ada penghuninya.
Gubug itu semula Saya fikir kandang ayam dan tidak mengira kalau ternyata setelah Saya lihat dari dekat gubug itu bener-bener dihuni seorang ibu yang sudah sepuh, saat itu lagi tertidur dan terbangun ketika Saya menyapanya dan memberikan beberapa potong gorengan serta sedikit uang.
Ketika Saya tanyakan asalnya, ibu itu hanya mengatakan dari jawa dan menyebut pula namanya PALASIH (jika tidak salah dengar karena berisik lalu lalang kendaraan umum).
Saya prihatin sekali terlebih setelah saya dengar kabar bahwa ibu Palasih dibuang oleh keluarganya dengan dilempar dari kendaraan kearah tempat sampah yang tidak jauh dari gubugnya dan sudah cukup lama menghuni gubug itu, kendaraan itu kabur kearah Jakarta.
Gubug ibu Palasih dibangunkan oleh Masyarakat terdekat yang mengetahui bahwa ibu Palasih bukan orang gila pada umumnya yang sering berkeliaran dijalanan tapi diduga korban kebiadaban keluarganya.
Selanjhutnya maksud dari catatan ini adalah, mohon kepada yang mengenal ibu Palasih, kiranya bisa memberitahukan kepada sanak familinya agar segera di jemput karena Saya perhatikan ibu Palasih sudah sangat sepuh dan dalam kondisi tidak sehat.
Kemudian mohon pula catatan ini dibagikan kepada teman-teman facebook lainnya dijaringan masing-masing agar keluarga / sanak family ibu Palasih mengetahui keberadaannya sekarang.
Semoga Allah SWT memberikan kekutan lahir bathin kepada ibu Palasih dan keluarga yang tega menelantarkannya, bisa menyadari akan kekeliruannya selama ini serta kembali menjemput ibu Palasih.

0 komentar:
Poskan Komentar